Selasa, 10 Desember 2013

10 pemain basket NBA tertinggi

Berikut ini daftar pemain NBA tertinggi yang pernah. Seperti Kita semua tahu bahwa basket adalah sebagai identik sebagai pemain tinggi. Dengan tubuh tinggi, pemain bola basket dapat mencapai cincin dan melakukan “Slam Dunk” dengan mudah. Jadi, Mari kita lihat daftar pemain yang memiliki tubuh tertinggi di NBA (per 2010)

10. Imam Lauderdale: 7’4 ” / 225 cm
Berat: 325 Pounds
Tim: Atlanta Hawks (1996 – 1997), Denver Nuggets (1997 – 1998)
Imam hanya bermain untuk 2 musim NBA. Dia pergi untuk bermain basket di Bulgaria setelah 1997 – 1998 musim.
9. Ralph Sampson: 7’4 ” /225.6 cm
Berat: 235 Pounds
Tim: Houston Rockets (1983-1988), Golden State Warriors (1988-1989), Sacramento Kings (1989-1991), Washington Bullets (1991-1992)
Dia menghabiskan setengah dari karirnya dengan Houston Rockets. Dengan Hakeem Olajuwon sering disebut menara kembar. Dia sangat berbakat cedera beberapa pemain sebelum mengambil kariernya.
8. Rik Smits: 7’4 ” /226 cm
Berat: 265 Pounds
Tim: Indiana Pacers (1988-2000)
Rik Smits menghabiskan seluruh karirnya (12 musim) dengan Indiana Pacers. Dia adalah seorang pemain yang baik dan memiliki karier yang cemerlang. Dia aslinya berasal dari Belanda.
7. Mark Eaton: 7’4 ” /226.4 cm
Berat: 290 Pounds
Team: Utah Jazz (1982 – 1993)
Mark Eaton adalah ahli pertahanan pada masanya. Ia melewatkan 11 musim di NBA dengan Utah Jazz. Saat ini, Dia membuka restoran di dua kota sukses.
6. Slavko Vranes: 7’5 ” /228 cm
Berat: 275 Pounds
Tim: Portland Trail Blazers (2003 – 2004)
Pria ini hanya bermain 3 menit dengan Portland Trail Blazers.Dia telah ditandatangani 10 hari kontrak dengan Portland Trail Blazer ketika Dia bermain 3 menit.
5. Chuck Nevitt: 7’5 ” /228.5 cm
Berat: 250 Pounds
Tim: Houston Rockets (1982-1983, 1988-1990), Los Angeles Lakers (1984-1986), Detroit Pistons (1986-1988), Chicago Bulls (1992), San Antonio Spurs (1993)
Chuck adalah belum menjadi pemain penting selama karirnya. Dia bermain 9 musim tetapi tidak bermain di 3 musim. Musim lain, dia bermain pada menit tidak penting saat timnya sudah memiliki kemenangan besar atau kerugian besar.
4. Shawn Bradley: 7’6 ” /231 cm
Berat: 275 Pounds
Tim: Philadelphia 76ers (1993-1995), New Jersey Nets (1995-1997), Dallas Mavericks (1997-2005)
Shawn memiliki kewarganegaraan ganda. Dia juga warga negara Jerman. Dia sedang bermain internasional untuk Jerman. Dia terkenal karena blok dan tentu saja bagi dunk.
3.) Yao Ming: 7’6 ” /232 cm
Berat: 310 Pounds
Tim: Houston Rockets (2002 – sekarang)
Yao Ming masih bermain dengan Houston Rockets. Dia pemain yang baik dan tahu cara menggunakan nya untuk mendapatkan prestasi tinggi untuk timnya. Dia mulai bermain pada tahun 2002 dan masih bermain sampai hari ini. Dia satu-satunya pemain yang masih bermain di daftar ini.
2. Gheorghe Mureşan: 7’7 ” 234 cm
Berat: 303 Pounds
Tim: Washington Bullets (1993-1994; 1995-1997), New Jersey Nets (1998-2000)
Rumania Gheorghe Mureşan adalah pemain NBA. Dia bermain dengan Pau-Orthez di musim 1994 -1995. Dia juga membintangi film “My Giant” pada tahun 1998 dengan Billy Crystal dan Kathleen Quinlan.
1. Manute Bol: 7’7 ” /235 cm
Berat: 225 Pounds
Tim: Washington Bullets (1985-1988, 1994), Golden State Warriors (1988-1990, 1994), Philadelphia 76ers (1990-1993), Miami Heat (1993-1994)
Manute Bol adalah Sudan lahir pemain NBA. Dia dikenal karena kemampuan untuk memblokir tembakan. Dia masih memegang rekor paling diblokir tembakan per menit dengan ,176. Dia satu-satunya pemain yang melakukan blok maka ia mencetak tembakan. Dia sedang bermain bersama-sama dengan Mugsy Bagoes pada tahun 1987 dan pasangan sebagai tertinggi dan terpendek.

10 Cabang Olahraga Paling Aneh di Olimpiade

10 Cabang Olahraga Paling Aneh di Olimpiade - Sepanjang sejarahnya olimpiade memang memberikan banyak catatan khusus yang menarik untuk disimak. Salah satunya adalah cabang olahraga yang dipertandingkan.


Nah, berbicara mengenai hal tersebut, ternyata ada banyak cabang olahraga yang saat ini mengalami perubahan atau bahkan tidak lagi dipertandingkan karena dianggap aneh. Berikut ini adalah 10 cabang olahraga paling aneh yang pernah dilombakan di Olimpiade. 

1. Menembak menggunakan target merpati asli (1900). 
Sepanjang sejarahnya, cabang olahraga ini hanya diadakan sekali, yakni tahun 1900 di Paris, Prancis. Selama lomba, hampir 300 burung terbunuh sehingga meninggalkan pemandangan menjijikkan akibat banyaknya bangkai merpati yang berjatuhan. Tidak banyak yang tahu alasan sebenarnya mengapa cabang olahraga tersebut tidak dilanjutkan. Namun yang pasti, hingga saat ini cabang tersebut menjadi satu-satunya cabang yang pernah melibatkan pembunuhan terhadap hewan.



2. Kabbadi (1936)
Salah satu anak dari cabang olahraga gulat tag team ini sangat populer di Asia Tenggara. Tujuan utama dari olahraga ini bisa dibilang mirip dengan olahraga soccer ala Amerika yang mengandalkan kekuatan fisik untuk menembus pertahanan lawan.

Kabbadi (1936)

Kabaddi dimainkan dua tim beranggotakan 12 orang. Yang berlaga di lapangan hanya tujuh orang. Dan sisanya duduk di bangku cadangan. Kedua tim bertempur untuk memperoleh nilai lebih banyak. Setiap tim berusaha mempertahankan daerahnya, dan membuat lawan melakukan kesalahannya. Pertandingan pertama dimainkan selama 20 menit, dan istirahat 5 menit.

3. Lomba bersepeda selama 12 jam (1896)
Bisa Anda bayangkan betapa melelahkannya olahraga ini. Para peserta harus terus menerus mengayuh pedal sepeda mereka selama 12 jam berturut-turut. Sempat diadakan pada tahun 1896, lomba sepeda maraton ini diikuti oleh tujuh peserta. Lomba itu sendiri dimulai pukul 5 pagi hingga 5 sore.

Lomba bersepeda selama 12 jam (1896)

Dari ketujuh peserta, hanya Adolf Schmal dan satu orang kompetitor lainnya yang berhasil meraih garis finish. Sementara empat lainnya telah gugur menjelang sore. Adolf Schmal kemudian ditunjuk menjadi juara karena unggul satu lap dari pesaingnya.

4. Tarik Tambang (1900-1920)
Siapa bilang tarik tambang bukan olahraga dunia? Buktinya cabang olahraga ini sempat dilombakan selama olimpiade tahun 1900 hingga 1920. Tidak hanya itu, cabang ini juga disebut sebagai cabang olahraga pertama yang dimainkan di olimpiade yang diadakan 500 tahun sebelum masehi.

Tarik Tambang (1900-1920)

Di masa olimpiade moderen, dua tim yang yang terlibat, masing-masing tim terdiri dari delapan anggota. Sebuah tim akan dianggap menang jika mereka mampu menarik tim lawannya sejauh enam kaki. Dan jika setelah 5 menit kedua tim sama kuat, maka pemenang ditentukan dari jarak terjauh yang berhasil ditarik.

5. Panjat tambang (1896, 1904, 1906, 1924 dan 1932)
Entah mungkin karena keterbatasan peralatan dan medan untuk lomba panjat tembing, olimpiade pernah mempertandingkan cabang olahraga panjat tambang pada tahun 1896, 1904, 1906, 1924 dan 1932. Yang menarik, para peserta dituntut memanjat tali yang dipasang secara vertikal menggunakan tangan kosong.

Panjat tambang (1896, 1904, 1906, 1924 dan 1932)

6. Duel pistol (1906 dan 1912)
Jika melihat cara bermainnya, ada kemungkinan cabang ini diprakarsai oleh pihak barat yang pada masa dahulu terkenal dengan aksi duel adu senjata satu lawan satu. Tapi walau konotasinya berbau wild west, namun duel yang satu ini tidak benar-benar dilakukan dengan saling menembak antar sesama peserta, melainkan menargetkan sebuah manekin yang didandani seperti koboi.

Duel pistol (1906 dan 1912)

7. La Canne (1924)
Sekilas olahraga bela diri asal Prancis ini sangat mirip dengan olahraga anggar. Bedanya pedang yang dipakai untuk bertarung adalah sebuah tongkat yang disebut dengan 'canne'.

La Canne (1924)

8. Hoki sepatu roda (1992) 
Sama dengan cabang hoki es, namun dimainkan di atas lapangan beton dengan bantuan sepatu roda sebagai alat untuk meluncur. Sayangnya cabang olahraga ini hanya dimainkan sekali seumur hidup, yakni di tahun 1992. Dan Argentina menjadi tim yang beruntung membawa medali tersebut selamanya.

Hoki sepatu roda (1992)

9. Juggling memakai tongkat (1932)
Cabang olahraga yang satu ini hanya dipertandingkan pada tahun 1932. Masuk ke dalam kategori rhythmic gymnastic, juggling menggunakan tongkat mempertontonkan kelihaian para peserta memainkan tongkat dengan iringan musik untuk menciptakan berbagai variasi gerakan yang sangat mempesona.

Juggling memakai tongkat (1932)

10. Lomba renang halang rintang (1900)
Olimpiade 1900 di Paris memang terbilang sangat spesial karena menciptakan berbagai cabang olahraga yang unik. Jika sebelumnya ada lomba menembak menggunakan burung merpati asli, maka lomba yang satu ini merupakan kombinasi antara skill renang dan melewati rintangan.

Lomba renang halang rintang (1900)

Di sini, para peserta dituntut untuk berenang melewati berbagai halangan maupun rintangan. Salah satunya adalah deretan perahu yang harus dilalui dengan cara menyelam. Lomba itu sendiri diadakan hanya sekali di sungai Seine.


Read more: http://berbagi-10.blogspot.com/2012/12/10-cabang-olahraga-paling-aneh-di.html#ixzz2n9HJkEgk

10 Pemain Manchester United Bernomor 10


Meskipun legendanya sering identik dengan nomor punggung 7, Manchester United memiliki banyak legenda hebat dan bersejarah yang ternyata mengenakan nomor punggung 10. Berikut ini 10 Pemain Legenda Bernomor 10 di Manchester United.

10. Norman Whiteside



Norman Whiteside merupakan seorang pemain legenda dari klub besar Manchester United yang memang bermain pada medio pada tahun 1982 sampai dengan tahun 1989 yang lalu dan pemain itu bermain di dalam posisi pemain penyerang. Norman Whiteside adalah satu-satunya pencetak hattrick untuk United di Piala FA. United memenangkan pertandingan 4-2 melawan West Ham di perempatan final tahun 1985.

Pada tanggal 24 April 1982, dan sebelum ulang tahunnya yang ke-17, Norman Whiteside menjadi pemain termuda yang melakoni debut untuk Manchester United sejak Duncan Edwards melakukannya. Dalam beberapa hal ia mirip dengan Duncan. Dia sangat berbakat dan bisa bermain sama baiknya di mana saja dari “wing-back” sampai sebagai centre-forward.

MUTV menjalankan program penghormatan kepada Norman. Dia menderita cedera serius dari usia 15, bahkan sebelum ia masuk di tim United. Dia kemudian melakukan operasi pada tulang rawan pada lutut dan harus beristirahat total setidaknya enam bulan, dia kemudian menghabiskan hari-harinya “day-case” dengan Keyhole Sugerly.

Cederanya itu kemudian membuatnya harus pensiun dini di usianya yang hanya 26 tahun. Penggemar sepakbola Inggris akan selalu ingat dengan gol kemenangan yang dia cetak pada Piala FA tahun 1985, saat dia beroperasi di lini tengah dan mengenakan nomor punggung 4.

9. George Best



George Best (lahir di Belfast, Irlandia Utara, 22 Mei 1946 – meninggal di London, Inggris, 25 November 2005 pada umur 59 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola berkebangsaan Irlandia Utara. George Best biasanya dikaitkan dengan jersey ikonik no.7, tetapi sebenarnya ia sempat mengenakan beberapa nomor pada jersea-nya: 7, 8, 10, 11. Ini dikarenakan dulu masih diberlakukan nomor punggung harus disesuaikan dengan posisi pemain dalam pertandingan.

Dengan demikian, banyaknya nomor yang pernah dipakai oleh George Best menunjukkan bahwa dia adalah pemain hebat nan fleksibel yang bisa bermain di semua posisi. Dia mengenakan No. 10 selama tahun 1972 sebelum ia akhirnya meninggalkan Old Trafford saat umurnya masih 27 tahun karena Dewan Manchester United dan Sir Matt Busby tidak lagi bisa mentolerir “gaya hidup”nya yang bermasalah.

8. Sir Bobby Charlton



Sir Bobby Charlton Merupakan keponakan dari penyerang legendaris Newcastle United Jackie Milburn. Ia bergabung dengan Manchester United. Ia menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama dengan United pada Oktober 1954 dalam usia 17 tahun. Sejak bermain di tim junior MU ia telah menunjukkan keistimewaannya dengan memenangkan FA Youth Cup 3 kali berturut-turut tahun 1954, 1955, dan 1956. Ia mengukir 754 rekor permainan, mencetak 247 gol.

Nomor yang selalu dikaitkan dengan Bobby Charlton adalah No 9. Hal ini menarik karena di era Best, Charlton dan Law, Denis adalah pemain “out-and-out striker” dan “goal-poacher”, itu berarti no.9? Untuk sebagian besar karirnya Charlton bermain di posisi “inside forward” yang membawa No.8 atau No 10. Tidak mungkin untuk menemukan rekaman saat-saat yang paling terkenal di Eropa atau Inggris.

Tentu saja di awal karirnya ia mengenakan No 10, membuatnya menjadi salah satu dari lusinan pemain United yang diberi kehormatan dalam 60 tahun terakhir atau lebih yang memakai jersey no.10, sampai ke Wayne Rooney.Jika Anda menonton video golnya di atas Anda akan melihat setidaknya tiga contohnya.

7. David Beckham



David Robert Joseph Beckham, OBE (lahir di London, 2 Mei 1975; umur 38 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Inggris.  Ini yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang. Ketika ia pertama kali datang ke sisi kanan United ia mengenakan No 10. Dia benar-benar bermain sebagai gelandang sisi kanan ketika ia membobol gawang Wimbledon saat melakoni debut pertama bersama United. Dia mewarisi jersey No.10 dari Mark Hughes ketika ia meninggalkan Old Trafford.

6. Teddy Sheringham



Teddy Sheringham (lahir 2 April 1966 di Highams Park, London, Inggris) merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Inggris. Fans Manchester United manapun tidak akan pernah melupakan Teddy Sheringham pada final Piala Champions 1999. Ia salah satu aktor kemenangan dramatis atas Bayern Munchen. Awalnya ia sempat diragukan oleh fans Manchester United ketika menggantikan ikon klub Eric Cantona.

Seperti Robin van Persie, Michael Carrick, Rio Ferdinand, Henrik Larsson, Dimitar Berbatov dan Ryan Giggs, Teddy Sheringham adalah salah satu pemain paling cerdas yang pernah mengenakan jersey merah Manchester United. Dia tidak punya kecepatan yang bagus, tetapi seperti Denis Bergkamp di Arsenal, ia memiliki visi yang besar, pandai melihat peluang untuk pembunuh dan pencetak gol oportunis. Misalnya satu gol saat melawan Bayern Munich yang mengubah cerita United di Final Liga Champions.

Seperti dengan Van Persie, ia didatangkan oleh Sir Alex saat memasuki usia ke-31 dan membela United selama empat tahun dan pergi saat berusia 35 tahun. Karirnya, bagaimanapun, terus melampaui Giggs sampai ia akhirnya pensiun pada usia 42.

Beberapa orang berpikir dia seharusnya mendapat lebih banyak pertandingan untuk United dan Inggris karena kecerdasan dan visi yang dia dibawa bersama dengan golnya: 355 gol dalam 898 pertandingan di level klub; dan 11 gol dari 51 penampilan untuk Inggris.

5. Lou Macari



Lou Macari pertama kali menarik perhatian klub2 Inggris saat bermain di Glasgow Celtic. Lou hampir saja menjadi pemain Liverpool. Tahu bahwa Liverpool sedang mendekati Lou, Pat langsung membujuknya untuk bergabung dengan United saja. Lima hari kemudian, tepatnya tanggal 20 Januari 1973, Lou resmi bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer £200.000.

Dari beberapa pemain yang memakai lebih dari satu nomor, mungkin Lou Macari yang mungkin paling dikenal untuk jersey No 10. Dia dengan cepat menjadi pahlawan bagi fans United ketika ia menolak tawaran bergabung dari Liverpool dari Celtik untuk bergabung dengan Red Devils pada tahun 1973. Dia mencetak gol yang menyelamatkan satu poin melawan West Ham di pertandingan pertamanya. Agak mengejutkan dia tidak memiliki catatan rekor untuk urusan mencetak gol.

Dia telah mencetak 57 gol dalam 105 pertandingan terakhirnya di empat musim untuk Celtic tetapi hanya berhasil mencetak 97 gol di 404 penampilan untuk United dan lima gol dalam 24 penampilan untuk negaranya.

Dia adalah seorang pemain yang riang dengan gaya “all-action”, bising di sekitar lapangan, dan menjadi favorit penggemar. Tommy Docherty mendatangkan Macari dan bermain selama 12 musim sebelum bergabung dengan Swindon pada usia 35. Setelah karir manajerial dia sekarang menjadi komentator sosial kemasyarakatan dan komentator untuk MUTV.

4. Mark Hughes



Ksatria asal Wales adalah julukan Mark Hughes. Dia lahir di Wrexham 1 November 1963, pertama kali bergabung dengan Manchester United Maret 1978 pada usia 14 tahun. Pada saat itu ia bermain sebagai gelandang. Adalah jasa pelatih akademi Syd Owen yang melihat potensi Mark sebagai penyerang dan memindahkannya ke posisi tersebut sehingga menjadi salah satu pencetak gol terhebat sepanjang sejarah United.

Sekarang kita tiba pada pemegang jersey nomor 10 yang legendaris. Agak mengejutkan “Sparky” Mark Hughes adalah yang paling produktif keempat. Mungkin itu karena ia bermain untuk Manchester United selama era yang kurang berhasil? Secara total ia memiliki periode di United, yang pertama kali didatangkan dari sekolah pada usia 14. Dia tidak membuat debutnya sampai ia berusia 19.

Namun ia mampu segera menggeser kemitraan mencolok dari Whiteside dan Frank Stapleton. Ia juga mengambil alih jersey No.10. Secara keseluruhan, ia mencetak 163 gol dalam 467 pertandingan dalam dua periode di Old Trafford. Dia bermain cukup baik saat bermain untuk Barcelona dan Real Madrid sebelum kembali lagi ke Old Trafford.

Sementara ia bisa mencetak beberapa gol egois spektakuler dia juga seorang pencipta peluang yang cerdas. Dalam banyak hal ia bermain dalam gaya yang mirip dengan Wayne Rooney, dia bisa mengkreasi peluang untuk diselesaikannya dengan gaya berkelas. Karena kontribusinya untuk United, bukti prestasi dan popularitasnya tidak pudar meski pernah menjadi pelatih Manchester City.

3. Ruud Van Nistelrooy



Ruud Van Nistelrooy adalah mesin gol yang sangat produktif dimanapun ia bermain. Ia pertama kali menarik perhatian klub2 besar termasuk Manchester United ketika mencetak 60 gol dalam 2 musim di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven. Meskipun akhirnya setuju bergabung dengan United, Sir Alex Ferguson harus bersabar mendapatkannya.

Sedemikian inginnya Sir Alex mendapatkan Ruud, ia terus melakukan kontak selama setahun ketika Ruud mengalami cidera dalam latihan dengan PSV. Ketika United menawar Ruud secara resmi bulan April 2000, ia malah gagal dalam tes fisik karena cidera yang dideritanya. Ruud akhirnya menandatangani kontraknya dengan United 23 April 2001 dengan transfer senilai £19 juta.

Sebagai pemegang no.10, Ruud van Nistelrooy adalah striker lengkap. Dia adalah salah satu striker terproduktif yang pernah dimiliki United, mencetak 150 gol hanya dalam 210 pertandingan. Dia bisa menjadi “poacher” di kotak penalti setelah mengelabuhi bek lawan. Dia sangat kuat dan agresif, hampir mustahil untuk kehilanga bola.Menariknya hampir semua golnya tercipta di dalam kotak penalti. Dia tidak malu-malu konfrontasi yang kemudian dikenal sebagai “Pizzagate” saat pertandingan versus Arsenal.

Sir Alex tercatat dua kali membeli Van Nistelrooy dua kali: sekali pada tahun 2000 (yang dibatalkan karena keraguan kebugaran dan kemudian ligamen-nya pecah). Sir Alex terus memantau kebugaran striker Belanda itu dan ketika memasuki periode pemulihan akhirnya dia resmi menjadi pemain United pada bulan April 2001. Menunggu itu berharga. Dia mencetak 36 gol dalam 49 pertandingan di musim pertamanya, memecahkan rekor dengan mencetak delapan gol dalam delapan pertandingan berturut-turut, dan mencetak gol terbanyak Liga Champions dalam semusim dengan 10 gol.

Tidak mengherankan jika kemudian ia memenangkan PFA Player of the Year. Dia mengabdi untuk United selama lima musim dan itu agak mengejutkan bahwa ia hanya memenangkan empat trofi utama termasuk satu gelar Liga Premier. Dia adalah satu lagi pemain yang mungkin dijual Sir Alex dengan begitu cepat. Apalagi dirinya terlibat konflik dengan Cristiano Ronaldo dan tawaran harga € 24.000.000 dari Real Madrid-pun menjadi terlalu sulit untuk ditolak.

2. Wayne Rooney



Wayne Rooney (lahir di Croxteth, Liverpool, Inggris, 24 Oktober 1985; umur 27 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola Inggris yang berposisi sebagai penyerang. Ia saat ini bermain di Manchester United dan menggunakan nomor punggung 10. Rooney telah melewati rekor gol Sir Bobby Charlton.

Sekali lagi Wayne Rooney berada dalam sorotan tapi kali ini bukan karena ulahnya. Sejak ia dicadangkan di leg kedua melawan Real Madrid, spekulasi media telah tersebar luas tentang kepindahannya yang semakin dekat. Jika dia dicadangkan hanyalah masalah taktik. Dia tidak berencana pergi dan Sir Alex pun tidak rela melepasnya. Setelah berdamai setelah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan United pada bulan Oktober 2010 Rooney telah kembali berkomitmen pada dirinya untuk terus bersama United.

Ia telah menjadi pemain penting dan bersedia bermain di mana pun dan melakukan apa pun yang diinstruksikan Sir Alex yang membuat United kini bisa meninggalkan jauh pesaing utama Manchester City. Rooney memakai No. 10 tapi ia juga baik bermain sebagai “out-and-out” striker, bermain “in the hole”, di sayap dan dimanapun ketika diperlukan, tapi kadang-kadang dia terlalu bermain kedalam hingga lupa mencetak gol.

Itu semua terlalu mudah untuk dilupakan bahwa dia sekarang di musim ke-11 nya untuk negaranya dan kesembilan untuk United. Selama periode yang terakhir ia telah mencetak 197 gol dalam 396 pertandingan. Jika ia tetap di United untuk sisa karir ia belum dapat turun kembali ke peran sebagai gelandang menyerang tengah.

Ya, ia memiliki sedikit masalah kebugaran dan Sir Alex juga telah mengakui, karena bentuk tubuh dan metabolisme. Dia mungkin akan harus berjuang untuk seluruh hidupnya. Itu tidak berarti bahwa ia tidak bisa bermain sampai dia 35 atau yang lebih muda. Ia telah menjadi jauh lebih mapan dan matang, tampaknya sejak ia menjadi seorang ayah.

1. Denis Law



Denis Law adalah seorang pencetak gol handal Manchester United. Ia memiliki kecepatan, teknik, semangat, dan kecintaan tulus pada dunia yang digelutinya sehingga dianggap sebagai pahlawan United pada masanya. Pemain kelahiran 24 Februari 1940 menikmati karir yang panjang dan sukses sebagai striker dari tahun 1950 hingga 1970-an.

Denis Law bisa bermain di setiap zaman dalam sejarah sepakbola. Dia adalah seorang yang lahir sebagai finisher. Ia dibesarkan di Skotlandia di mana menyundul atau menendang bola pasti terasa seperti mencoba untuk menggeser sebuah meriam pada hari grimmest.

Dia mencetak 332 gol yang luar biasa dalam 652 pertandingan dalam karir kelas pertamanya untuk klub dan negara. Dari semua gol itu, 237 gol dalam 404 pertandingan untuk Manchester United adalah terbanyak kedua setelah 249 gol milik Sir Bobby Charlton. Tetapi yang terakhir dia bermain sebanyak 758 kali dalam 17 musim ke Law’s 11. Law adalah legenda di Skotlandia serta di Old Trafford. Dia adalah satu-satunya pemain Skotlandia yang memenangkan European Footballer of the Year. Puncak karirnya adalah ketika terpilih untuk World XI melawan Inggris pada tahun 1963.

Tidak akan diketahui rekor apa lagi yang akan dia ukir atau apa lagi yang akan diacapai dalam karirnya jika ia tidak memiliki “dodgy knees”. Ini adalah era dimana dia bermain dengan kondisi cedera, sering mengalami sakit-dan suntikan anti rasa sakit. Sayangnya ia harus absen dalam kemenangan Piala Eropa pada tahun 1968 sebagai hasilnya.

Sekali lagi itu adalah bukti kasih sayang publik Old Trafford kepadanya dan akan tetap menjadi salah satu legenda terbesar yang pernah ada. Meskipun dia pernah membela Manchester City dan berkat gol semata wayangnya United terdegradasi ke Divisi II. Seorang pria yang ramah, sederhana dan tidak menonjolkan diri dan salah satu duta resmi United


10 Pembalap F1 Terbaik Sepanjang Masa

 Salah satu cabang olagraga dunia adalah Balap Mobil dan ini terkhusus pada Formula One atau F1 dicabang olahraga motosport. Seperti yang kita ketahui bahwa Formula One atau F1 merupakan puncak tertinggi dari olahraga motorsport. Sejarah Perlombaan adu kecepatan ini hampir sama tuanya dengan sejarah keberadaan mobil. Dari beberapa dekadi yang lalu F1 menjadi ajang pembuktian bagi pembalap, sebagai arena menguji ketrampilan dalam mengendalikan kendaraannnya. 


Baik di masa lalu maupun masa modern sekarang ini, sebuah mobil formula satu membutuhkan banyak usaha untuk bisa berjaya, dan tentunya selain inovasi teknologi dan inovasi di berbagai disiplin ilmu, dana yang besar juga menjadi salah satu penentu. Namun pada akhirnya di tangan pembalap lah sebagian besar faktor ditentukan. Nah, berikut ini merupakan daftar dari Berbagi 10 terkait 10 Pembalap F1 Terbaik sepanjang masa:

10. Jack Brabham (Australia – Inggris)
Jack adalah mantan mekanik di Angkatan Udara Australia selama Perang Dunia II. Setelah keluar dari Angkatan Udara, jack membuka bengkel kecil dan kemudian memulai membalap di ajang mobil mini. Untuk mengembangkan karir balapnya, jack bermigrasi ke Inggris dan berhasil mendapat tempat di ajang F1. Selama karirnya jack mencatat 14 kali kemenangan dan 31 kali naik podium dari 128 balapan yang dia ikuti. Prestasi terbaiknya adalah 3 kali juara dunia F1, yaitu tahun 1959, 1960, dan 1966.

Jack Brabham (Australia – Inggris)
Jack Brabham, Fotograf: Lothar Spurzem

9. Nelson Piquet (Brazil)
Nelson lahir di Rio de Janeiro Brazil, dia adalah putra dari politisi Brazil kala itu, ayahnya pernah menjabat Menteri Kesehatan Brazil. Nelson memulai balapan sejak usia 14 tahun, dan bakatnya segera terlihat di ajang balapan kart, meskipun saat itu Ayahnya yang seorang pejabat melarangnya ikut balapan. Selama Karirnya di dunia F1 Nelson mencatat 23 kali kemenangan dan 60 kali naik podium dari 207 kali balapan. Nelson menjadi juara F1 sebanyak 3 kali yaitu tahun 1981, 1983, dan tahun 1987.

Nelson Piquet (Brazil)
Nelson piquet, Fotograf: Lothar Spurzem

8. Alberto Ascari (Italia)
Alberto lahir di Milan Italia pada tahun 1918, sejak kecil Alberto sudah akrab dengan dunia balap karena ayahnya adalah pembalap top Italia kala itu di tahun 1920an. Kematian ayahnya ketika membalap di Grand Prix Prancis pada tahun 1925 tidak menyurutkan langkahnya menekuni dunia balap. Selama karirnya mengikuti balapan F1 Alberto mencatat 13 kali kemenangan 17 kali naik podium dari 33 kali balapan. Alberto Ascari berhasil menjadi juara F1 sebanyak 2 kali, yaitu pada tahun 1952 dan 1953.

Alberto Ascari (Italia).
Alberto Ascari, source: wikipedia

7. Niki Lauda (Austria)
Niki Lauda lahir di Wina Austria pada tahun 1949. Niki Lauda berasal dari keluarga yang berada, keluarganya mempunyai beberapa bisnis dan termasuk orang kaya di Austria. Niki memulai balapan dengan mengikuti balap mobil mini, dan walaupun sangat ditentang oleh keluarganya, Niki berhasil juga tampil di ajang Formula1. Setelah pensiun Niki Lauda sempat mengelola 2 perusahaan penerbangan miliknya. Selama karirnya Niki Lauda memenangi 25 kali balapan dan naik podium sebanyak 54 kali dri 177 balapan yang diikutinya.

Niki Lauda (Austria)
Niki Lauda, Fotograf: Lothar Spurzem.

6. Sir Jackie Stewart (Skotlandia)
Jackie lahir di Milton Skotlandia, jackie memang terlahir sebagai pembalap dan pecinta motorsport sejati, setelah pensiun menjadi pembalap, jackie aktif menjadi komentator dan mendirikan team sendiri. Bekerja sama dengan Ford jackie memulai team balap Stewart Grand Prix, tapi memang nama besarnya lebih banyak diperoleh ketika menjadi pembalap. Karir Jackie sebagai pembalap cukup sukses, dia memenangi 27 kali balapan dan naik podium sebanyak 43 kali dari 100 kali balapan yang diikutinya di F1. Jackie memegang gelar Juara Dunia F1 sebanyak 3 kali masing-masing pada tahun 1969, 1971, dan tahun 1973.

Sir Jackie Stewart (Skotlandia)
Jackie Stewart, Fotograf: Lothar Spurzem

5. Jim Clark (Skotlandia)
Jim Clark memulai balapan dengan mengikuti balap reli lokal. Jim memulai debut di balapan F1 pada tahun 1961 dan sejak itu mendominasi balapan pada eranya. Dua tahun berkecimpung di balap F1 Jim sudah berhasil menjadi juara yaitu pada tahun 1963. Tetapi nampaknya nasib berkata lain, hanya delapan tahun setelah debutnya, Jim Clark mengalami kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya di sirkuit Hockenheim Jerman, cukup tragis karena selama delapan tahun karirnya dia tidak mengalami sekalipun kecelakaan. Karir balap Jim Clark sebenarnya cukup cemerlang, dia memenangi 25 kali balapan dan 32 kali naik podium hanya dalam 73 kali balapan. Jim Clark sendiri berhasil menjadi Juara Dunia F1 sebanyak 2 kali, yaitu pada tahun 1963 dan tahun 1965.

Jim Clark (Skotlandia)
Jim Clark, Fotograf: Lothar Spurzem.

4. Alain Prost (Prancis)
Alain lahir di Saint-Chamond Loire Prancis, dan sejak usia 14 tahun sudah terjun ke dunia balap melalui balapan kart. Sejak usia muda Alain sudah tampak bakat menjadi juara, beberapa gelar juara kart diperolehnya ketika berusia belasan tahun. Alain memulai debutnya di F1 pada tahun 1980, dan pada balapan pertamanya di F1 dia berhasil finish di posisi ke 6, sebuah prestasi luar bisa yang hanya bisa dicapai segelintir pembalap. Alain Prost juga terkenal karena persaingannya dengan Ayrton Senna yang cukup kontroversial, apalagi ketika mereka berada pada team yang sama kala itu. Karit Alain di dunia balap cukup cemerlang, dia memenangi 51 kali balapan dan naik podium sebanyak 106 kali dari 202 kali balapan. Prost merupakan pemegang 4 kali Juara Dunia F1 yaitu pada tahun 1985, 1986, 1989, dan tahun 1993.

Alain Prost (Prancis)
Alain Prost, Fotograf: Lothar Spurzem.

3. Juan Manuel Fangio (Argentina)
Juan lahir di Balcarce Argentina, berasal dari keluarga imigran Italia. Juan Manuel Fangio mendominasi dekade awal balapan Formula 1, dominasinya sulit disaingi oleh pembalap lain kala itu. Juan Manuel Fangio merupakan Superstar dunia motorsport yang pertama. Tidak seperti pembalap lain pada umumnya, Juan Manuel Fangio mulai terjun ke dunia balap pada usia yang sudah cukup tua. Dan ketika membalap di arena F1, dia adalah pembalap berumur paling tua di semua balapan. Karir balap Juan Manuel Fangio begitu cemerlang dia memenangi 24 kali balapan dan naik podium sebanyak 35 kali dari 52 kali balapan. Rekor Juara Dunia terbanyak dipegangnya selama hampir 46 tahun, Juan Manuel Fangio menjadi Juara Dunia F1 sebanyak 5 kali dan 4 kali diantaranya berturut-turut yaitu pada tahun 1951, 1954, 1955, 1956, dan 1957.

Juan Manuel Fangio (Argentina)
Juan Manuel Fangio 1986, Fotograf: Lothar Spurzem.

2. Ayrton Senna (Brazil)
Ayrton Senna lahir di Sao Paolo Brazil pada tahun 1960. Ayrton mengenal dunia balap sejak mengikuti balapan kart pada usia 13 tahun, dan bakatnya membalap membuat Ayrton mendapatkan gelar juara di berbagai even. Di arena Formula 1 Ayrto dianggap sebagai pembalap Terbaik, yang sulit ditandingi oleh pembalap lain, dan semua orang tampaknya setuju. Cerita kehidupan Ayton harus berakhir tragis ketika kecelakaan fatal di sirkuit Imola San Marino.

Sejak saat itu Formula 1 sudah tidak sama lagi, dan banyak regulasi baru yang mengatur tentang keselamatan pembalap. Statistik prestasi Senna sendiri tidak sebaik pembalap lain di Urutan top 10, tetapi hampir semua orang yang mengetahui kiprahnya saat itu setuju bahwa senna bisa dianggap yang terbaik. Selama karirnya di F1 Senna mencatat 41 kali kemenangan dan 60 kali naik podium dari 162 kali balapan yang diikutinya. Senna adalah pemegang 3 Kali Juara dunia F1, yaitu pada tahun 1988, 1990, dan tahun 1991.

Ayrton Senna (Brazil)
Ayrton Senna, source: wikipedia

1. Michael Schumacher (Jerman)
Michael Schumacher lahir di Hürth-Hermülheim Jerman Barat, dari keluarga sederhana, ayahnya Rolf bekerja sebagai tukang batu. Seperti kebanyakan pembalap Schumy mulai mengenal balapan di usia sangat dini, schumy mulai mengendarai kart-nya yang pertama pada usia 4 tahun. Beberapa tahun kemudian Schumy sudah mengikuti berbagai perlombaan untuk usia dini. Dan dengan dukungan ayahnya, yang berkorban dengan bekerja lembur sebagai tukang servis kart untuk membiayai balapan Schumy. Tampaknya bakat Schumy terlalu hebat untuk berhenti karena masalah biaya, dengan dukungan pengusaha lokal Schumy muda bisa melanjutkan balapannya.

Sejak pertama masuk arean F1 Schumy sudah membuat sensasi, selain bakatnya Schumy juga membuat sensasi karena sifat oprtunisnya, segala kesempatan dia manfaatkan untuk menjadi juara. Dan hasilnya adalah Statistik prestasi yang luar biasa, Schumy adalah pembalap dan orang paling sukse di dunia motorsport, dia memegang begitu banyak rekor sehingga pasti akan sulit dipecahkan dalam waktu yang lama sekalipun. Rekor-rekornya diantaranya, Juara Dunia F1 terbanyak 7 kali, dan berturut-turut terbanyak 5 kali, jumlah kemenagan terbanyak 91 kali, jumlah fastest lap terbanyak 76 kali, pole position terbanyak 68 kali, dan masih banyak laigi, total Michael Schumacher memegang 31 rekor di Formula1, suatu prestasi yang akan sangat sulit ditandingi.

Michael Schumacher
Michael Schumacher, credit: Rick Dikeman

Seperti itulah daftar top 10 kali ini yang mengulas 10 Pembalap Formula One atau F1 Terbaik. Diantara kesepuluh daftar diatas bisa jadi salah satunya merupakan pembalap yang anda unggulkan. Cukup sekian informasi menarik kali ini. Semoga dapat bermanfaat untuk pembaca Berbagi 10. Sekian dan Terima kasih.!!


10 Pemain Sepakbola dengan Free Kick Terbaik

10 Pemain Sepakbola dengan Free Kick Terbaik - Sepak bola adalah olahraga paling digemari di seluruh dunia dan selalu memberikan tontonan yang menghibur bagi para penggemarnya. Gol adalah hal yang paling ditunggu-tunggu bagi para penikmat tontonan bola, gol yang terjadi selalu mejadi harapan. Ada banyak pemain yang memiliki tendangan bebas terbaik. Nah berikut ini 10 Pemain Sepakbola dengan Free Kick Terbaik


1. David Beckham

David Beckham

Mempunyai tendangan bebas yang sangat akurat dan melengkung, disebut-sebut Beckham lah penendang free kick terbaik didunia saat ini. Rahasia dibalik tendangan yang begitu akurat dan melengkung terletak pada posisi saat mengambil tendangan tersebut yang amatlah miring. Kemiringinan tubuh becks sangatlah extrem sehingga rentan akan cedera.

2. Alessandro Del Pierro

Alessandro Del Pierro

Alessandro Del Piero mempunyai insting mencetak gol yang tinggi, selain itu Del piero juga mempunyai akurasi dan teknik free kick yang sangat baik.

3. Roberto Carlos

Roberto Carlos

Carlos mempunya tendangan dengan kecepatan lebih dari 169 km/jam, sehingga sering sekali mencetak gol dari jarak yang jauh, selain itu Carlos juga mempunyai keistimewaan lain. Dapat menghasil kan free kick yang sangat melngkung dan juga keras!

4. Andrea Pirlo

Andrea Pirlo

Mempunyai ball potition yang sangat baik, dan tendangan Pirlo tidak kencang tetapi sangatlah terarah hal tersebut yang menjadi kunci dari free kick mematikan dari Pirlo.

5. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

Mempunyai tendangan bebas yang sulit di jangkau oleh kiper, menukik dan kencang. Konon Ronaldo menemukan free kick gaya ini karena terinspirasi oleh pergerakan bola ping pong.

6. Juninho Pernambucano

Juninho Pernambucano

Juninho, bernama asli Antônio Augusto Ribeiro Reis Junior, dikenal dengan Juninho Pernambucano (lahir 30 Januari, 1975 di Recife) adalah gelandang Brasil yang bertinggi badan 179 cm serta 40 kali tampil dan mencetak 4 gol per 1 Juli 2006 . Ia bermain untuk Olympique Lyonnais dan mengantarkan klub tersebut juara 7 kali berturur-turut Ligue 1 bersama teman-temannya di klub tersebut. Di Piala Dunia 2006 ia mencetak 1 gol saat Brazil menang 4-1 atas Jepang.

7. Steven Gerrard

Steven Gerrard

Steven George Gerrard (lahir di Whiston, Inggris, 30 Mei 1980, umur 29 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Inggris dan bermain di klub Liverpool. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Gaya tendangan bebasnya ini mirip dengan gaya tendangan bebasnya Frank Lampard.

8. Shunsuke Nakamura

Shunsuke Nakamura

Shunsuke Nakamura (中村 俊輔 Nakamura Shunsuke, lahir pada 24 Juni 1978 di Yokohama) adalah seorang pemain sepak bola asal Jepang. Ia berposisi sebagai gelandang. Nakamura bertinggi badan 178 cm dan saat ini memperkuat Celtic F.C. di Scottish Premier League Skotlandia.

Ia dikenal mempunyai tendangan bebas yang akurat serta pintar menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Nakamura sering dikritik karena fisiknya dianggap tidak cukup kuat, namun sejak bermain di Eropa ia telah banyak memperbaiki kelemahannya di bidang ini.

9. Ronaldinho 

Ronaldinho

pemain dengan senyum menawan ini bisa dimasukan dalam kategori ini yakni pemain yang memiliki tendangan bebas yang baik.
tentu kita masih ingat gol dia di piala dunia 2002 pada waktu lawan inggris di semi final (kalo g salah) ralat . .ternyata di perempat final.

10. Rogério Ceni

Rogério Ceni

Rogério Mücke Ceni (lahir 22 Januari 1973 di Pato Branco, Paraná, Brazil) adalah kiper tim nasional sepak bola Brasil. Ia bermain di São Paulo Futebol Clube sejak 7 September, 1990, bermain lebih dari 600 kali untuk 3 kali Copa Libertadores dan pemenang juara dunia antar klub untuk São Paulo Futebol Clube dan bermain di Piala Dunia 2006 untuk negaranya.yang menarik dari diri ceni adalah dialah eksekutor free kick yang mematikan dengan posisi penjaga gawang.